kuliner

Ya Udah Bistro, Sajian Barat Harga Hemat

Ya Udah Bistro
Ya Udah Bistro

Ya Udah Bistro

Namanya terkesan lucu, mengingatakan pada salah satu judul lagu yang dibawakan oleh Bondan Prakoso feat F2B. Ya Udah Bistro sudah hadir di Jalan Jaksa pada akhir milenium. Sebagai satu bistro yang hadir di tengah kawasan hunian para wisatawan, Ya Udah Bistro dikenal sebagai restoran yang menyajikan masakan Barat dengan harga yang terjangkau. Para pelanggannya kebanyakan  merupakan wisatawan asing yang kangen atau rindu dengan makanan sehari-hari mereka, dan tentu saja dengan harga yang bahkan jauh lebih murah dibandingkan di negerinya sendiri.

Namun tiba-tiba Ya Udah Bistro hilang dari kawasan Menteng, dan sekarang muncul di daerah Kelapa Gading. Namun sayangnya, kemunculannya di daerah Jakarta Utara ini agaknya kurang tepat.

Dulu di Ya Udah Bistro memiliki atau menyajikan menu yang cukup populer bernama tarter steak, yaitu daging sapi mentah yang dicincang lalu dicampur dengan telur mentah dan berbagai bumbu. Bisa jadi dikarenakan suhu Jakarta yang makin panas membuat tartar steak terpapar pada potensi bahaya kontaminasi.

Tempat Ya Udah Bistro bisa dibilang sederhana, namun selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan asing yang berdompet tipis. Para pramusaji pun melayani dengan ramah dan santai. Jika pun kualitas dan citarasanya tergolong sedang-sedang dan standar, namun harga yang murah merupakan pertimbangan utama. Apalagi di sini pun tersedia WiFi gratis yang bisa membuat orang senang berlama-lama.

Bayangkan saja sarapan dengan porsi mengenyangkan dapat diperoleh dengan harga antara Rp. 22.000 – Rp. 40.000. Favorit para pelanggan biasanya The Swiss-Man’s Breakfast yang terdiri atas berner roesti, crispu bacon, sosis ayam, dan telur mata sapi.

Sajian makan siang dan malam di Ya Udah Bistro menampilkan berbagai menu Eropa, Amerika, maupun Indonesia. Jika biasanya Bratwurst di Jerman sana disajikan dengan mashed potato dan sauerkraut, di Ya Udah Bistro disajikan dengan kentang goreng a la Jerman, dan sedikit tumis sayuran. Harap dimaklumi, karena restoran ini memang lebih ditujukan untuk para wisatawan asing, banyak makanan non-halal yang tercantum di menu.

Harga termahal di daftar menu nya adalah ayam panggang (Rp. 60 ribu satu ekor utuh lengkap dengan pilihan kentang dan sayuran). Tenderloin seberat 200 gram yang dihargai Rp. 58.000 saja. Juga tersedia wine curah dengan harga Rp. 46.000 per gelas. Bila kamu sedang diet, siap siaplah untuk membungkus sisa makanan yang memang rata-rata berporsi besar. Ya Udah Bistro juga dapat menerima reservasi melalui SMS

Menu di Yaudah Bistro

Pork Knuckle menjadi menu andalan di sini. Untuk rasa daging cenderung tawar namun masih empuk, beberapa bagian kulitnya seperti kulit badak alias keras. Side dish yang  dipilih ada juga cabbage salad, rasanya lumayan aneh seperti salad India, namun semua kembali ke selera masing-masing.

Jumbo Bockwurst dihargai Rp. 52.500 per porsi. Bisa pilih Pork or Beef. Ukuran sosisnya besar tapi rasanya kurang, ditambah side dish spaghetti hambar bertabur keju. Sedangkan Pork Neck Steak berharga Rp. 79.000 per porsi dengan side dish mashed potato yang menjadi menu yang paling enak dari yang dipesan. Dagingnya empuk namun porsinya cenderung kecil. Ada juga Calamary yang berharga Rp. 54.000 per porsi. Harganya bisa dibilang cukup mahal dengan penyajian yang tidak terlalu spesial.

Ini adalah tempat untuk penggemar makanan yang berdaging dan khususnya pork karena rasa secara overall tidak terlalu buruk dan harga juga masih relatif terjangkau. Satu hal lagi, di Ya Udah Bistro ini juga menyajikan menu breakfast ala Bule yang tersedia dari pagi sampai sore.